Senin, 02 November 2015

Untukmu yang masih menjadi misteri


untuk apa tulisan ini kubuat, aku juga tidak tau.. yang jelas ini kurasa harus saja untuk kutuliskan dan suatu hari nanti akan ada seseorang yang akan menjadi kata ganti kamu dari tulisan ini.

ya... kamu...

kamu yang aku tidak tau siapa, nantinya akan menjadi seseorang yang akan melengkapi setengah batu bata agar bisa setidaknya jadi salah satu pondasi atau bahkan dinding pembangun peradaban dunia.

kamu... yang sampai saat kutulis ini hanya Alloh saja yang tau siapa kamu... yang mungkin saja aku sudah pernah berinteraksi denganmu atau bahkan tak pernah sama sekali terbersit sosokmu dimataku... adalah orang yang aku pinta pada Alloh agar mampu menyempurnakan proses pembuatan batu bata dari segumpal tanah liat yang belum jadi ini...

karena itu, aku senantiasa berdoa agar kamu adalah orang yang mengenal tarbiyah, jalan hidup yang telah kupilih, berkecimpung juga bergerak di dalamnya. Sungguh bukan karena tingginya mimpi yang aku punya...

namun, kupahami bahwa diri ini adalah si lemah tak berdaya yang perlu pengokoh agar tetap tegar untuk bergelut di jalan penuh onak duri karena tak ada jalan ke surga yang sungguh rapi, lurus mulus tanpa hambatan.

untukmu yang masih menjadi misteri... akupun sampai saat ini terus berharap dan berdoa... jikapun kamu adalah orang yang pernah kukenal dulu maka nanti saat Alloh telah pasti pertemukan di waktu yang seharusnya maka aku berharap kita bertemu dengan interaksi yang terbaik, tanpa ada pihak terlehih setan yang memanfaatkan untuk sebelumnya mencemari hati dengan hal yang tidak sepantasny, sebelum waktunya sah dilakukan.

jikapun kamu adalah orang yang sudah kukenal dulu, kuharap di waktunya nanti kita berjumpa dalam bingkai tarbiyah yang sungguh indah ini

kenapa lagi-lagi tarbiyah? karena tarbiyah ini semacam harga mati untukku...

untukmu yang masih menjadi misteri... kupun sampai saat ini juga berdoa...
jikapun kamu adalah orang yang sama sekali belum kukenal dan mengenalku, kuharap kamu mau mempelajariku dengan jalur yang benar, menjaga batas-batas syar'i hingga waktunya nanti kita akan berinteraksi dengan sebebas-bebasmya karena semua telah halal. dan begitupun aku akan berusaha mengenalmu dengan batas adab-adab pergaulan yang Alloh dan rosul Muhammad salallohu'alaihi wassalam ajarkan dan kupahami dari tarbiyah ini

untukmu... yang masih kubelum tau siapa... semoga... saat-saat penantian yang telah dilakukan menjadi sebaik-baik momentum mempersiapkan yang terbaik, menyiapkan amalan kita..

untukmu yang aku belum tau dimana akan kita berjumpa...

untukmu yang akupun tak tau apakah aku akan berjumpa dengan jodoh terpasti di dunia ini, bertemu sang izrail terlebih dulu dibandingkan kamu ataukah memang Alloh perkenankan kita bersua di sini

semoga Alloh pertemukan segera di waktuNya yang terbaik...

semoga... aamiin ya robbal 'alamin

Sabtu, 07 Februari 2015

Kuliah subuh by pimpinan ponpes putri, darulloghoh, bangil

Adapun yang membuat lintasan baik dalam hati hanyalah Alloh swt. Apalagi menghadirkan kita dalam sebuah majelis yang mulia.

Potongan kisah :
Di masjidil aqsho setiap pagi, seorang tentara israel bertugas melihat jumlah jamaah sampai takbir. Kenapa? Karena jika jumlah jamaah solat subuh tidak sama dengan jumlah jamaah sholat jum'at maka kami masih dapat mengalahkan umat muslim.

Alloh hanya bersama orang2 yang bertaqwa. Kemuliaan itu tidak semata mata karena usaha yang kita lakukan, tapi Alloh lah yang memberikannya. Kemuliaan itu sumbernya Alloh swt. Dan tidak mungkin kita mendapatkan kemuliaan jika tidak dekat pada Alloh swt.

Umat muslim saat ini dihina dalam media internet caranya yaitu dengan menjauhkan umat muslim dari nabi muhammad, dari majlis2 ilmu sehingga kita tidak menjalankan islam secara integral. Hanya namanya saja. Dan cara ini disepakati oleh seluruh ulama, pendeta dan pemimpin agama

Mengapa? Karena ada masalah toleransi?
Minoritas? Dikucilkan.

Yang mereka takutkan adalah perkembangan umat muslim di amerika hampir 40%. Dan mereka takut. Saat ada krisis 2008, tapi bank2 syariah masih aman.

'Tidak beriman diantara kalian jika tidak menghormati tetangga/tamu'

Contoh : ISIS hadir itu sebagai salah satu fitnah agar mencitrakan bahwa islam itu buruk. Ini adalah konspirasi. Mereka ingin memadamkan agama Alloh dengan mulut mereka, namun sebaik2 makar adalah makar Alloh.

Muslim/ islam itu adalah konsep yang menerapkan islam diseluruh bidang hidup. Untuk tahu maka harus belajar, sekeras2nya... Kita tidak bisa menerapkan islam dalam hidup jika tidah tahu.

Yang membawa umat ini untuk mengenal rasul, karena rasul menyempurnakan diin ini adalah kita.
Apa yang ditanamkan rosul padaa sahabat yaitu : keimanan yang menancap kuat
Karena dg keimanan tersebut, maka apapun godaan yang datang, maka tetap berdiri teguh dengan keimanannya

'Seorang da'i bermimpi, dalam mimpinya beliau seperti mendengar suara rasululloh. Beliau berkata : sesungguhnya umat saat ini banyak sekali dosanya... Karena telah meninggalkan kitab yang paling baik' astaghfirulloh al adziim

Seorang sholeh yang lain pun bermimpi ttg rosul : dan bertanya ya rosul, siapa yang akan selamat? Umat yang selamat adalah uamt yang berkata dalam hatinya lailaahailalloh.. Ya rosul, skarang kan banyak macam mahzabnya, lalu mana yang selamat? Maka rosul menjawab : mereka yang senantiasa berkata laailahailalloh wa muhammad ar rosululloh.

Hikmahnya : bersatulah untuk mempelajari dan menerapkan islam ini. Muslim itu harus punya Akhlaq yang baik

Melukai hati seorang muslim maka sama halnya dengan menghancurkan kabah sebanyak 70 kali

Kepada kaum kafir saja kita harus santun apatah lagi dengan muslim. Jangan mudah mengkafir-kafirkan, karena yang beginilah yang menghancurkan muslim.

Muslim di tokyo, di cina sekarang sedang ditindas, tidak boleh puasa apalagi adzan, dll. Satukan kekuatan untuk saling membantu.

Belajarlah pada yang ahli. Yang berhubungan langsung dengan rosululloh, keluarga nabi muhammad saw??? Siapa? Wali 9.

Oleh karena itu, selamatkan anak kita.

Dpr ini sekarang pusing karena anak2 sudah terpapar narkoba sampai masa SD.
Belum lagi, pacaran. Yang menghancurkan akhlaq.

Hadist : Akan datang suatu zaman pada kalian, kebinasaan seseorang itu karena orangtuanya

Apakah kita orangnya yang menjauhkan anak2 kita dari islam. Menjauhkan kita dari takut pada Alloh swt.

Kembalilah pada islam yang benar. Selamatkan diri dan umat ini dari fitnah akhir zaman.

Senin, 19 Januari 2015

Tentang aku, kami, kita dan mereka

Hai... Aku ingin menulis lagi. Ya mungkin tidak terlalu penting bagi kalian, tapi bagiku ini adalah sesuatu yang sangat ingin kukatakan. Tulisan kali ini kuberi judul tentnag aki, kami, kita dan mereka

Mm.. Tulisan ini terinspirasi dari sepetik obrolan singkat tadi di kantorku. Entak kenapa tibba-tiba kami membicarakan hal ini. Salah satu pegawai bercerita, bahwa dia dan suaminya sedang sensi dengan temannya di facebook yang sukaaaaa sekali mengajak diskusi (debat) tentang hal-hal yang menjadi perbedaan dalam tinjauannya. Semakin diceritakan kemudian aku mulai menganalisa, kenapa cerita ini seakan sering aku dengar bahkan pernah kualami dulu ya?
Usut punya usut ternyata benarlah dugaan tadi, bahwa si pengajak debat adalah golongan 'mereka'...

Yang sedikit agak menggangguku adalah kesimpulan pegawai tadi yang mengatakan bahwa 'mereka' itu adalah (bagian) dari 'kami'? Bahwa kita adalah bagain yang sama? Sampai-sampai karena 'mereka', si pegawai jadi ilfeel dengan 'kami'. Katanya salah satu alasan menjauh ya karena 'mereka' itu suka memfatwakan sesuatu, padahal belum dikaji secara mendalam.

Ingin tertawa, miris, sedih.. Hiks3. Ya... Itulah pandangan teman2 yang simpati. Padahal, tahukan dia... Kita itu sama sebagai saudara semuslim, tapi kami beda dalam prinsip-prinsip gerakan. 'mereka' itu kerap kali mencari-cari kesalahan 'kami'. Bahkan dalam satu kesempatan betapa senangnya 'mereka' membicarakan 'kami' dalam situs resmi, dimana ditemukan 118 topik bahasan tentang "kami" sementara hanya kurang dari 5 tentang 'mereka' jadi topik bahasan di web 'kami'. Diwaktu yang lain 'mereka' dengan semena-mena mengambil kader muda kami dengan cara yang aku tidak suka. Tidakkah mereka bisa merekrut sendiri saja, tanpa harus mengambil bibit-bibit berbakat yang sedang kami semai. Huhh...

Tapi... Sedikit banyaknya ada hal yang bisa kutarikdari obrolan tadi. Bahwa harapan masyarakat pada 'kami' sangat besar untuk bisa merubah negeri ini. Kuharap aku mampu menjadi bagian perubahan untuk perbaikan. Tanpa harus berpusing ria memikirkan kata 'mereka', terus mendengarkan apa yang masyarakat katakan untuk menjadi lebih baik, diistiqomahkan u ntuk berjuang di jalan yang ini... Kemudian Alloh ridhoi usaha yang kecil ini... Aamiin

Wassalam

Minggu, 11 Januari 2015

Assalamu'alaikum beijing

Hai...

Sedikit ingin menulis nulis tentang film yang cukup menarik akhir-akhir ini yaitu assalamu'alaikum beijing. Sebenarnya kenapa ingin menulus tentang film ini karena membaca salah satu postingan di socmed tentang seorang akhwat yang unjuk comment bout' this film, even she belum nonton film ini. Hehe

Just fyi, i just watched this film @xxi... Wow, it's a record. Why? Ya hanya ingin saja. Pas lagi ada waktunya, pas lagi ada temannya, pas lagi ada dananya... Ya pas aja.

Anyway, i won't told you about it but i just wanna share a liitle things that i got from this film already.

Assalamu'alaikum Beijing, salah satu film menarik yang muncul di akhir tahun 2014 ini. Kenapa kubilang menarik? Ya, karena film ini muncul diantara film-film lokal yang biasa banget (romantis aneh), film horor nggak jelas (yang makin hari teteeeep aja ada yang produksi; juga aneh) and so on.

Masuk ke ceritanya, bagi yang belum pernah baca bukunya (just like me), film yang terinspirasi dari novel berjudul sama milik Teh Asma Nadia ini di awal mungkin akan penasaran (pake banget) tentang film ini. Yaa... Karena nggak tau jalan cerita tentunya. Hehe... Tapi mungkin bagi yang sudah pernah baca, mungkin sudah punya ekspektasi masing-masing akan seperti apa jalannya film berdurasi sekitar 1,5 jam ini(sekali lagi ini hanya mungkin loh ya, karena aku belum pernah baca versi novelnya). Aku sendiri waktu nonton sempat kelewat 15 menit awal, karena datangnya telat. Hehe

Jalannya cerita cukup natural... Mengisahkan tentang seorang gadis muslimah bernama Asmara yang pergi ke Beijing untuk 'move on' dari bayang-bayang mantan kekasihnya yang menikah dengan wanita lain. Bekerja sebagai pengisi salah satu rubrik di surat kabar di bejing(bener nggak ya? Atau surat kabar indonesia di beijing :l? I don't know).

Sambil mencari inspirasi tulisan tentang perkembangan muslim beijing di penjuru kota, kemudian Asmara bertemu dengan tour guide atheis bernama zhongwen (dibaca cungwen and become popular with chung chung). Obrolan terus berlanjut karena si chung-chung ini yang nenemin asma buat riset tulisannya.

Konflik mulai muncul ketika kemudian sang mantan tiba-tiba muncul di beijing, tapi tetep ditolak asma dan si mantan tetep kekeuh (keras kepala banget, maksa gitu dia) dan akhirnya si asma sakit dan harus pulang ke indonesia, tanpa mengatakan kondisi sebenarnya pada sang tour guide. Padahal awalnya mereka ada janji untuk pergi ke suatu tempat (patung ashima??? Is it right?)

And so on, and so on. Intinya happy ending lah ya...

But, anyway. It's a standart film for some people, tapi menurutku ada sesuatu yang beda dari film ini.

Ya... Mungkin kalo pemirsanya sekelas ikhwah tarbiyah atau yang juga biasa disebut kader... Bakalan bilang film ini biasa banget, nggak islami-islami bangetlah. Kurang nendang gitu 'islam'nya. Nggak sekelas lah kekentalannya kalo dibandingkan sama KCB (tau aja kan ya film ini?) apalagi sang murobbi. Jauuh laa...

Cuman, kalo kita amati dari kacamata masyarakat awam or we ocassionally say 'ammah'... Film ini mengandung banyak hikmah dan pesan. Apa aja menurutku?

Film ini menjaga akhlaq seorang muslim dengan cukup baik. Kalo kita melek lingkungan sekitar, gimana model remaja-dewasa akhir-akhir ini... Subhanalloh deh, bikin merinding. Di kalangan anak remaja di samarinda nih ada yang namanya malam ladies (katanya tiap rabu malam) dimana para remaja itu mejeng pinggir jalan, sama anak2 genk motor dan katanya (maaf) bisa dipake... Naudzubillahi min dzalik. Belum lagi sinetron sinetron di tv yang luar biasa, nyesatin akhlaq anak muda zaman sekarang. Terlenakan sama sinetron yang kekorea-koreaan dan kebarat-baratan (sampe jalan cerita juga nyeplak negara sebelah, dasar nggak kreatif).

Back to the film. Kenapa aku bisa bilang film ini jaga akhlaq?

Ya, sejak awal sampe akhir film, pemeran utama, nggak ada sekalipun buka kerudungnya/ keliatan rambutnya even waktu dia mau masuk kamar operasi, saat di terapi, waktu di kamar. Itu sih sepengamatan aku.

Trus lagi, saat asma belum nikah (ceritanya) sama chung-chung, dia nggak pernah salam tangan(jabat tangan gitu).

Ketiga,obrolan asma dan chung-chung, asma selalu berusaha mengarahkan obrolan tentang hal-hal umum (bukan curhat). Lalu, saat asma kemudian memutuskan balik ke indonesia, dia nggak sekali-kali menyinggung bahwa kepulangannya adalah untuk berobat pada chung-chung, padahal ceritanya mereka sudah mulai dekat. Ini adalah akhlaq muslimah untuk menjaga dirinya. Jangan suka curhat sembiringin ya...

Kesabaran asma dalam menjalani sakitnya. Asma sedih. Sedih banget malahan, karena sakit yang dideritanya bisa sewaktu-waktu membuatnya serangan jantung, stroke, kebutaan atau bahkan kematian. Tapi, asma sabar. Dia jalani takdirnya untuk sakit, tetap ikhtiar untuk terapi meski sangat susah untuk melakukannya.
'seorang muslim itu bersabar ketika sulit dan bersyukur ketika mudah. Ya toh...

Apa lagi ya... Mungkin masih banyak lagi kelebihan dari film ini yang belum bisa aku tangkap. Kesimpulannya, intinya... Meski memang film ini hanya secuplik mengisahkan tentang bagaimana kehidupan seorang muslim (ah) seharusnya, aku pikir ini memang salah satu alternatif (solusi) film yang sangat ringan untuk masyarakat umum tapi memberi banyak hikmah. Cocok untuk ditonton remaja hingga dewasa daripada nonton film korea.

Itu dulu ya guys, maaf kalo ada bahasa yang njelimet atau salah...

Wassalam
@markasutama_110115

Rabu, 24 Desember 2014

Just a note

Tema tulisanku hari ini nggak jauh-jauh lah ya dari tema yang sering diperbincangkan orang-orang untuk usiaku... Ya apalagi kalo bukan tentang pernikahan.

Kamu mau nikah, rin?
Ya mau lah. Masa nggak mau...
Maksudnya, kamu mau nikah dalam waktu dekat ini?
Ya mau lah
Sama siapa?
Nah, itu dia yang belum bisa dijawab. Hehe

Anyway, this post isn't about my plan to get married, but for my (aqidah) sista' who will get married soon.

Beberapa orang kalau bisa kukatakan sekelompok orang memilih untuk (yang nampak wajar) memilih menggunakan sarana (maksiat) bernama pacaran untuk menuju ke jenjang pernikahan. Dan sebagian yang lain memilih untuk sekuat mungkin menjaga hati, tenaga dan fikirannya untuk menjadikan keinginan menikah sebagai sebuah obsesi perbaikan diri. Karena kita meyakini bahwa pernikahan itu ikatan yang berat, mitsaqon gholizon setara halnya dengan jihad di beberapa sisi.

Sebagaimana disebutkan dalam 'the holy qur'an bahwa wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan wanita yang buruk untuk lelaki yang buruk pula, dan setiap manusia itu sudah ditentukan pasangan-pasangannya dari jenisnya sendiri maka ketentuan siapa itu sudah tertetapkan. Nggak bakalan bisa berubah sendiri. Tulang rusuk kanan itu sudah ada di seseorang. Hanya bagi yang belum waktunya bertemu atau ditunda untuk bertemu ya belum ketemu aja.

Kenapa bisa ditunda? Yap, kalo ini jelas banget jawabannya. Rezeki itu sudah tetap segitu buat setiap orang, nggak lebih nggak kurang, bedanya hanya di rasanya. Kalo berkah maka berlipatganda sedangkan tanpa keberkahan serasa selalu kurang. Dan ketertundaan itu bisa jadi karena kemaksiatan yang dilakukan.

Then, back to the topic... My sista ini memilih golongan kelompok kedua. Try to keep the proccess 'clear', kami menyebutnya. Hope this gonna be a barokah to get a great future, insyaAlloh. And i wanna like that too

Udah ah gitu aja...bye

Dec, 25th 2014 morning @home

Senin, 30 Desember 2013

One Day One Juz a.k.a ODOJ

Hai sobat, Kali ini aku akan sedikit bercerita tentang salah satu grup social yang sedang menghebohkan dunia Muslim indonesia, kau tau apa namanya. ya, sesuai dengan judul tulisan ini, namanya adalah odoj singkatan dari one day one juz.
usut punya usut. odoj dibentuk oleh rumah quran untuk memotivasi dan memfasilitasi anggotanya agar istiqomah mengaji satu juz per hari. tak disangka hingga kini, grup odoj yang tiap grupnya berisi 30 member telah berjumlah kurang lebih duaribuduapuluhempat grup. ditargetkan pada pertemuan akbar odojers pada mei dua ribu empat belas mendatang, akan terkumpul sebanyak tigaribu grup odoj. luar biasa kan... 
dan aku adalah salah satu dari mereka. merasakan jatuh bangun berjuang untuk menahan kantuk mata karena target belum rampung. ya mungkin ada sebagian orang yang mengatakan bahwa itu sia sia, ajang riya dan sebagainya . tapi peduli apa aku. mungkin memang ada sedikit kekhawatiran dihatiku, mengikuti ini bisa membuatku tidak ikhlas beramal. menyelesaikan juzku karena target, bukan karena
allah. menghilangkan keikhlasan, menimbulkan riya. jadi takut riya. tapi, bukankah riya itu kemuian sudah muncul ketika pertama kali kita mendengar hati berkata kita takut riya. jadi kuputuskan untuk tetap saja menjalankan misi ini. hingga saat ini, kelompok kami sudah memasuki bulan ke empat. itulah sekelumit kisahku tentang odoj. bagaimana denganmu??? 

postingan telat pake banget @okt2013

Ada kesalahan di dalam gadget ini