Postingan

Catatan Diri!

 Refleksi tiga puluh tiga... ya, kamu sudah tua Rin!  Ingat waktumu mulai menipis seiring bertambahnya waktu dan kesempatan menghirup oksigen di bumi ini. Masih banyak hal yang ingin dilakukan, tapi sudahkah usahamu sejalan dengan mimpi?  Aku tau, salah satu yang ada dibenakmu adalah bagaimana menghadapi kepastian yang belum pasti kan? sungguh sebuah misteri yang kamu yakin pasti akan datang, tapi entah kapan. Yang bisa diikhtiarkan saat ini adalah berbekal dan persiapan. Sembari mengejar cita yang kau ukir sejak dulu kau tau ada yang namanya berkeinginan. hmm... Akankah yang memberikan harapan terkalahkan oleh yang datang dengan kepastian?  pertanyaan berat dengan setidaknya ada dua konteks tafsiran... pertanyaan diatas bisa tentang jodoh, but at the same time it is also talk about death.  jika berbicara tentang jodoh, maka mungkin saja saat ini ada orang-orang yang memberi dan menaruh harap, namun tak jua datang kepastian.  Untuk hal yang seperti ini, aka...

Mitsaqon Ghalidza (Perjanjian Agung)

Kalimat Mitsaqon Ghalidza (Perjanjian Agung) hanya disebutkan sebanyak tiga kali dalam Alquran, untuk menggambarkan peristiwa yang berkaitan dengan hal yang besar. Ketiga ayat itu adalah  1. Menggambarkan tentang Perjanjian Allah SWT yang diwakilkan saat Ijab Qabul Pernikahan, dari Wali Nikah Perempuan kepada Mempelai Pria.  " Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil  perjanjian yang kuat  (ikatan pernikahan) dari kamu" (Qs. 4.21) 2. Menggambarkan perjanjian Allah SWT dengan Bani Israil.  " Dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitul maqdis) itu sambil bersujud,” dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat.” Dan Kami telah mengambil dari mereka  perjanjian yang kukuh"   (Qs. 4:154) 3. Menggambarkan perjanjian Alloh SWT dengan Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa. "Dan...

SPN #3 Financial by Rosswitha Jassin MBA CFP

Tidak bisa dipungkiri, salah satu yang harus dimanajemen untuk membangun sebuah keluarga selain kepahaman dibalik berkasih sayang juga bagaimana saling berkomunikasi terutama dalam emngatur keuangan. sebuah keluarga muslim harus rapi termasuk dalam keuangannya, agar bisa memberikan manfaat yang luas tidak hanya bagi keluarga kecilnya tapi juga kepada orang-orang yang berhak atas harta yang dititipkan Alloh. berikut ini merupakan sedikit ringkasan Sekolah Pra Nikah ketiga oleh Ibu Rosswitha tentang pengelolaan keuangan.  Alloh memberikan kelebihan harta dan kecukupan, jadi tidak ada istilah miskin. insyaAlloh cukup siklus hidup terbagi menjadi 4 : anak2 (0-20), lajang (21-menikah), masa mapan (usia produktif), masa tua manusia biasa tertipu dengan nikmat sehat dan waktu senggang (HR bukhari) QS. Al Ashr —> jangan sampai rugi   perencanaan keuangan syariah : manajemen keuangan terintergrasi dan terencana dan memenuhi prinsip islam piramida perencanaan keuangan cashflow : seba...

Sekolah Pra Nikah #2 "Membangun Visi Misi Keluarga" Ust. Cah

salah satu penentu berlanjutnya proses ta’aruf adalah kesamaan visi misi visi harus sama, yang fundamental adalah karna   a. satu agama b. cita2 sama = menuju keluarga surga meski beda agama tujuannya sama2 ingin surga, tapi ya tetap beda. maka yang utama harus sama dulu agamanya, baru bisa ke visi kedua visi = melangitkan harapan. cara kita dari bumi untuk melangitkan yang kita inginkan ada 3 level visi : pribadi : laki2 dan atau wanita yang belum menikah saat taaruf : mengkomunikasikan visi pribadi, nyambung atau tidak. jika nyambung dalam diskusi tsb, maka bisa jadi pertanda jodoh setelah menikah : jika sudah menikah, maka harus disusun kembali visi setelah menikah, menggabungkan idealisme menjadi realita komponen visi : jati diri seperti apa yang kita inginkan arah mau dibawa kemana apa yang akan dijadikan komando untuk mencapainya untuk keluarga muslim, cita2nya insyaAlloh sama yaitu menuju surga bersama, tapi yang membedakan satu visi dengan visi yang lain, dengan gambaran de...

Sepenuh Jiwa Mendidik Hati (tafsir qs yasin 23)

Sepenuh hati mendidik jika dan sepenuh jiwa mendidik hati. Apa Maksudnya?  pernahkah merasa, Proses yang selama ini kita jalani belum menampakkan hasil? berlum juga berujung. Mengapa? bisa jadi karna belum sepenuh hati atau belum sepenuh jiwa.   Dulu, dakwah di madinah ditolak, lalu ada 2+1 orang yang akhirnya mau mendengar dakwah rasululloh. Maka rasululloh mengatakan sesuai qs dibawah ini... Qs yasin 23 : Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Kita diciptakan bersama dg jin untuk beribadah pada Alloh. Ibadah itu keniscayaan/ kewajaran hidup. Kita ini statusnya hamba Alloh, apapun status kita lainnya, baik sebagai anak, istri, ibu, dosen, pedagang atau mahasiswa. Maka aneh jika ada org yang rendah diri, padahal dirinya adalah makhluk yang sudah disempurnakan oleh Alloh SWT. Kita selal...

Sekolah Pra Nikah (SPN #4) Masjid Nurul Ashri, Jogja

1st meeting : USt. Oemar Mita Pernikahan itu mulia, hingga ke surga   apa yang terjadi di surga : bertemu langsung dengan Alloh tanpa hijab bertemu dengan rasul dan seluruh sahabat bertemu dengan keluarga kita --> ini salah satu isyarat bahwa pernikahan adalah hal yang besar. hingga di surga pun terkumpul lagi keluarga dalam hadist, nanti di surga, maryam pun akan menikah dengan rasululloh. pernikahan : ikatan yang luar biasa - mitsaqon ghaliza satu2nya syariat yang masih ada hingga ke surga, sedangkan syariat lainnya telah dihapus oleh Alloh bahkan syariat solat pun telah selesai hal yang diteriakkan oleh ruh setelah meninggal dan tidak di dengar oleh manusia dan jin : “ya rabb segerakanlah kiamat, agar aq bisa bertemu dengan keluargaku” pernikahan - syariat untuk membedakan peradaban hawa nafsu dan peradaban iman jika ingin menghancurkan islam adalah salah satunya, keluarga.   islam menginginkan keluarga yang berkualitas.   qs alfurqon : 74 . Dan orang-orang yang ber...

22 Desember

Masyarakat Indonesia memperingati hari ini sebagai hari ibu. Hari apresiasi bagi seluruh ibu yang telah berjuang untuk anak-anaknya. Hari dimana semua ibu, baik ibu rumah tangga, ibu bekerja, ibu asuh, dan segala jenisnya mendapatkan banyak diskon (haha).  seingatku, baru beberapa tahun terakhir, hari ini menjadi kembali kami "peringati" dengan memberikan sedikit kenangan tiap tahunnya untuk ibunda tercinta. Entah dengan kado, makan bersama atau agenda kumpul keluarga lainnya. Kenapa kami? ya... mungkin ini hanya berlaku di keluarga kami. Sebelumnya, hari ini kami isi dengan pengajian kah, tadarus kah, atau sekedar meniatkan dalam hati masing-masing amalan untuk orang yang kami kasihi. Saat tulisan ini kubuat di tahun 2021, tepat 18 tahun lalu, kami merasakan kehilangan yang cukup berat. Abah kami pergi selama-lamanya, menemui rabb-Nya. Di hari ini, bertahun lalu, kami menitikkan air mata, alih-alih tersenyum. Mengiringi guguran tanah menyelimuti tubuh orang yang diamanahkan ...