Menangis


Menangis adalah salah satu bentuk ekspresi yang ditimbulkan oleh manusia ketika mennerima suatu emosi. Allah yang menganugerahkan kemampuan ini yang diakibatkan sebagai luaran dari bentuk sedih, marah, kecewa, bahkan bahagia (An Najm 43). 

Sebagai seorang muslim bahkan kita dianjurkan untuk mengurangi tertawa dan banyak menangis sebagai ekspresi dari apa yang sudah diperbuat (karena terlalu banyaknya pelanggaran atas perintah Allah yang telah dilakukan) (At Taubat 82)

salah satu ciri orang yang berimanpun juga dengan menangis. Yaitu mereka yang apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mereka menangis seraya berdoa “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-rang yang menjadi saksi atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad" (Al Maidah 83)

Begitu pula orang-orang yang takut kepada Allah, mereka menyungkurkan wajahnya ke bumi (bersujud) seraya menangis menyesali perbuatannya (Qs. Al isra 109)

Sekali-kali kita harus menangis yang ditujukan untuk melembutkan hati. Menangis juga salah satu upaya untuk membersihkan noktah pada bagian paling murni dan menjadi penentu rusak atau tidaknya jiwa seseorang yaitu hatinya. 

Lalu bagaimana dengan orang yang jarang menangis. Kata para ulama, "menangislah! jika kau tidak mampu menangis beresebab banyaknya dosa-dosa yang telah kamu perbuat maka tangisilah dirimu yang tidak bisa menangis"

Selain itu, menangis merupakan dzikirnya mata. Bersebab menangis, iringi dengan doa agar Allah lembutkan hati kita, ampuni dosa kita dan Allah ridha dengan sedikitnya amal yang telah diusahakan untuk diperbuat, dan Allah ampunkan gelimang dosa dan salahnya orientasi perasaan dan fikiran terhadap amal yang telah diperbuat.

Jadi, menangislah kawan selagi bisa kau tangisi betapa banyak kesalahan dan keliru yang telah kau perbuat. 

Menangislah pula bersebab bahagia yang menyebabkan kau mampu mengalahkan hawa nafsumu. 

Menangislah kawan alih-alih marah menyalahkan keadaan yang tak berpihak kepadamu. 

Menangislah kawan dalam sujud di sepertiga malam, sampaikan semua yang ingin kau cari solusinya kepada Ia Yang Maha Pemberi Solusi, kepada Ia Yang Maha Mengabulkan Pinta, Kepada Ia Yang Tak Mungkin Kecewa jika kita menaruh Harap padaNya. 

Wallahu'alam


catatan kaki : Kepada diri yang jarang menangis, sekali-kali sandungan tak perlu datang dari luar diri. Cukup kau dengarkan percikan-percikan hatimu, karna dari sanalah Allah tegur dan tarik kembali jiwamu untuk kembali hanya berharap padaNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just a note

SELESAI

Abah